Clothing Line Bisnis Strategi Modal Biaya

Buat Kamu yang datang kesini karena ingin mengetahui bagaimana caranya membangun bisnis clothing line strategi dan skema bisnis clothing line.

foto:cendananews.com

Strategi

Sebab boleh jadi seorang fashion designer hanya menilai produknya dari segi desain. Sedangkan dalam berbisnis, perlu melihat dari sudut pandang konsumen.

1. Jika ada satu brand yang sangat digemari di wilayah tersebut, maka menjadi reseller dari brand tersebut tampak lebih menggiurkan. Bagi yang belum memiliki modal yang cukup, bisnis menjadi reseller ini bisa menjadi pilihan yang pas. 

2. Jika persaingan merek di wilayah tersebut merata dan modal sudah mulai terkumpul di tangan, tak ada salahnya untuk mencoba membuat brand sendiri. Tentu saja, dengan mendirikan brand sendiri, Kamu akan melahirkan produk yang memiliki sisi unik dibanding produk lain. 

3. Kembangkan brand yang Ada. Lakukan branding agar produk bisa lebih mengena di masyarakat. Pemilihan logo dan tagline yang unik sangat diperlukan di sini. 

4. Jika modal terbatas, berjualan secara online dengan memanfaatkan media sosial bisa jadi salah satu solusi. Namun jika modal sudah mulai terkumpul, tak ada salahnya menjajal pasar offline dengan membuka gerai fisik.

Modal Pertama Pengetahuan

Kenali  Bahan Pakaian dan Contohnya

Mengetahui jenis bahan pakaian dan contohnya. Tujuannya jelas adalah untuk bisa menyajikan produk dengan kualitas terbaik yang sesuai untuk pembeli.

Katun : kelebihannya adalah tahan lama dan kuat namun mudah kusut sehingga relatif sulit untuk disetrika.

Wol : terbuat dari bulu domba, bahan wol sering digunakan untuk pakaian hangat seperti sweater. Perawatannya relatif sulit namun bahannya nyaman untuk digunakan.

Sutra : bahan yang lembut dan nyaman digunakan namun membutuhkan perawatan ekstra mulai dari proses pencucian, menjemur hingga setrika.

Nilon : kain sintetis yang mudah terkena luntur sehingga ketika dicuci sebaiknya dipisahkan dengan baju-baju lain yang berwarna kuat.

Chiffon : kasar namun ringan, pakaian dengan bahan chiffon harus dicuci dengan air bersuhu ringan atau dingin karena rentan bolong.

Pastikan kamu menemukan dan memilih pabrik produksi yang sesuai dengan ekspektasimu dan dapat menghasilkan baju sesuai dengan keinginanmu. 


Modal Kedua Aset dan Biaya

 Rincian modal usaha pakaian secara offline berbeda-beda tergantung skala bisnis Kamu namun pada umumnya berkisar 150-200 juta rupiah dan meliputi :

Biaya sewa toko/ruko, Biaya stok produk awal, Biaya operasional, Biaya display/etalase, Biaya promosi

Sementara itu, untuk rincian modal usaha pakaian secara online relatif lebih murah, yaitu sekitar 80-100 juta per bulan. Namun jika Kamu ingin memulai dari jumlah produk yang sedikit terlebih dahulu, Kamu bahkan bisa menyiapkan hanya 25 juta per bulan. Biaya tersebut meliputi :

Biaya website toko online (hosting+domain), Biaya stok produk awal, Biaya koneksi internet + gadget., 

Modal Ketiga Biaya promosi

Tahap-tahap awal bisa memfokuskan promosi tidak berbayar misalnya melalui media sosial maupun dari mulut ke mulut untuk menghemat biaya.

1. Gunakan Media Sosial

Jumlah pengguna internet di Indonesia telah capai 202,6 juta orang sementara untuk pengguna media sosial telah mencapai 170 juta orang. Terdapat banyak platform yang bisa Kamu gunakan mulai dari Instagram, Twitter, Youtube, Facebook, dan banyak lagi. Pastikan target audiens Kamu memang berada pada media sosial bersangkutan.

2. Fokus pada Visual

Ketika membeli produk fashion, pastinya gambar produk akan jadi hal pertama yang dilihat. Baik Kamu memposting produk di website maupun media sosial, pastikan Kamu memasang foto yang jelas. Kamu juga bisa menyewa orang untuk menjadi model dari produk baju Kamu agar lebih menarik.

3. Manfaatkan Blog

Cara membuat brand clothing sendiri yang sama pentingnya adalah menggunakan plot sebagai media promosi. Faktanya, tak ada orang yang suka diberikan iklan. Namun, banyak orang yang mencari informasi melalui internet, terutama Google. Dengan memanfaatkan blog sebagai sarana berbagai informasi fashion mulai dari OOTD, bahan-bahan fashion, tips merawat pakaian dan sebagainya, Kamu akan bisa memperoleh banyak pembaca yang pada akhirnya akan menjadi pelanggan Kamu.

4. Adakan Kontes atau Giveaway

Masyarakat Indonesia menyukai hal-hal yang berbau Giveaway atau produk gratis. Meskipun pada awalnya Kamu harus mengeluarkan modal lebih untuk Giveaway, Kamu bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan produk maupun brand Kamu.

Modal Keempat menghitung Margin

Harga Beli Produk : baik Kamu memproduksi baju Kamu sendiri maupun membeli secara grosir, Kamu harus menghitung total biaya (termasuk ongkos kirim dan operasional) untuk menentukan harga produk Kamu.

Jumlah Margin : umumnya, harga margin produk berkisar antara 10-30% untuk tiap produk. Namun jika produk Kamu tergolong langka atau eksklusif, maka Kamu bisa mematok margin diatas 50%. Serendah-rendahnya, Kamu bisa memasang margin 15% untuk mendongkrak penjualan di tahap awal.

Harga jual produk bisa diperoleh dari harga beli produk + biaya operasional dan biaya lainnya + jumlah margin yang ingin Kamu peroleh.

Salah satu tips penting ketika membangun bisnis clothing line untuk pemula adalah dengan memastikan bahwa Kamu selalu melakukan promosi baik itu organik maupun berbayar untuk membangun brand awareness dan meningkatkan penjualan.


Tidak ada komentar

Blogging

Jasa